REVIEW MATERI 3
Assalamu’alaikum wr. wb. Sahabat..
Berjumpa kembali di blog saya , kali ini saya akan
memposting pertemuan ke-3 pada hari senin (05/03), dimana pada mata
kuliah jurnalistik membahas tentang “Sejarah Jurnalistik di Dunia”
Sejarah Jurnalistik di Dunia
Awal mulanya muncul
jurnalistik dapat diketahui dari berbagai literatur tentang sejarah
jurnalistik, merujuk pada “Acta Diurna” pada zaman Romawi Kuno masa
pemerintahan kaisar Julius Caesar (100-44 SM). “Acta Diurna”, yakni papan
pengumuman (sejenis majalah dinding atau papan informasi sekarang), diyakini
sebagai produk jurnalistik pertama; pers, media massa, atau surat kabar harian
pertama di dunia. Julius Caesar pun disebut sebagai “Bapak Pers Dunia”.
Pada abad 8 M., tepatnya tahun 911
M, di Cina muncul surat kabar cetak pertama dengan nama “King Pau” atau
Tching-pao, artinya “Kabar dari Istana”. Tahun 1351 M, Kaisar Quang Soo
mengedarkan surat kabar itu secara teratur seminggu sekali.
Pada abad 15 lebih mudah dalam
mencetak buku dalam jumlah banyak karena telah ditemukannya mesin cetak.
Sebelum abad ke 15, orang-orang Eropa memproduksi buku-buku dengan menyiapkan
manuskrip berupa salinan yang dicetak dengan menggunakan tangan.
Pada Abad ke-17, di Inggris kaum
bangsawan umumnya memiliki penulis-penulis yang membuat berita untuk
kepentingan sang bangsawan. Para penulis itu membutuhkan suplai berita.
Organisasi pemasok berita (sindikat wartawan atau penulis) bermunculan bersama
maraknya jumlah koran yang diterbitkan. Pada saat yang sama koran-koran eksperimental,
yang bukan berasal dari kaum bangsawan, mulai pula diterbitkan pada Abad ke-17
itu, terutama di Prancis.
Pada awal abad 18 , alat yang di
gunakan berupa mesin cetak cepat. Pada abad 20 teknologi semakin canggih dengan
penggunaan komputer
Pada pertengahan 1800-an mulai
berkembang organisasi kantor berita yang berfungsi mengumpulkan berbagai berita
dan tulisan untuk didistribusikan ke berbagai penerbit surat kabar dan majalah.
Kantor berita pelopor yang masih beroperasi hingga kini antara lain Associated
Press (AS), Reuters (Inggris), dan Agence-France Presse (Prancis).
Pada 1893 untuk pertama kalinya
surat-surat kabar di AS menggunakan tinta warna untuk komik dan beberapa bagian
di koran edisi Minggu. Pada 1899 mulai digunakan teknologi merekam ke dalam
pita, walaupun belum banyak digunakan oleh kalangan jurnalis saat itu.
Perkembangan teknologi komputer yang
sangat pesat pada era 1970-1980 juga ikut mengubah cara dan proses produksi
berita. Selain deadline bisa diundur sepanjang mungkin, proses cetak, copy
cetak yang bisa dilakukan secara massif, perwajahan, hingga iklan, dan
marketing mengalami perubahan sangat besar dengan penggunaan komputer di
industri media massa.
Sedangkan pada tahun
2000-an muncul situs-situs pribadi yang juga memuat laporan jurnalistik
pemiliknya. Istilah untuk situs pribadi ini adalah weblog dan sering disingkat
menjadi blog saja.Memang tidak semua blog berisikan laporan jurnalistik. Tapi
banyak yang memang berisi laporan jurnalistik bermutu. Senior Editor Online
Journalism Review, J.D Lasica pernah menulis bahwa blog merupakan salah satu
bentuk jurnalisme dan bisa dijadikan sumber untuk berita.
Sejarah Jurnalistik Islam
Sejarah Jurnalistik Islam
Dalam sejarah Islam, cikal bakal jurnalistik yang pertama
kali di dunia adalah pada zaman Nabi Nuh. Saat banjir besar melanda kaumnya,
Nabi Nuh berada di dalam kapal beserta sanak keluarga, para pengikut yang
saleh, dan segala macam hewan.
Untuk mengetahui apakah
air bah sudah surut, Nabi Nuh mengutus seekor burung dara ke luar kapal untuk
memantau keadaan air dan kemungkinan adanya makanan. Sang burung dara hanya
melihat daun dan ranting pohon zaitun yang tampak muncul ke permukaan air.
Ranting itu pun dipatuk dan dibawanya pulang ke kapal. Nabi Nuh pun
berkesimpulan air bah sudah mulai surut. Kabar itu pun disampaikan kepada
seluruh penumpang kapal.
Atas dasar fakta
tersebut, Nabi Nuh dianggap sebagai pencari berita dan penyiar kabar (wartawan)
pertama kali di dunia. Kapal Nabi Nuh pun disebut sebagai kantor berita pertama
di dunia.
Media yang berkembang
pada zaman Romawi kuno (100-44 SM) adalah sebuah papan
seperti mading yang dipampang di lapangan terbuka tempat rakyat berkumpul
(Forum Romanum) .
Forum Romanum itu
berisikan pengumuman-pengumuman resmi dan isinya dapat dibedakan menjadi dua
macam, yaitu :
Acta Diurna dan Acta Senatus.
Media yang
berkembang Pada abad 15, Johannes Gutenberg: Menciptakan movable type (sistem
percetakan blok),Memperkenalkan tinta
berbasis minyak, Membuat naskah yang
terbuat dari kulit binatang dan kertas sebagai bahan percetakan
Media massa yang berkembang pada abad 20 : Radio, Televisi, Komputer, Internet / media jurnalistik
multimedia
Tahun 1880-1900 banyak kemajuan dala jurnalistik, yang
paling menonjol yakni dengan digunakannya mesin cetak cepat. Penerbitan surat
kabar dan majalah pertama kalinya diwilayah Eropa Barat, Inggris, Amerika
Serikat. Sedangkan organisasi wartawan pertama yang didirikan di Inggris pada
tahun 1883
Pada abad ke 18 , Internet masuk ke Indonesia pada
tahun 1994. Dengan situs web ISP (internet service provider) dan ISP pertama di Indonesia bernama Ipteknet
dan dalam tahun yang sama lahir ISP komersial pertama yaitu Indonet.
Pada tahun ini indonesia tidak kalah mengeluarkan surat kabar online yaitu
republik.com, tempo.com, Detik.com,Kompas.com.
Di tahun 1996, Hotmail yang merupakan layanan webmail pertama
Google diluncurkan dan tersedia secara umum pada tahun 1998.
Di tahun 1996, Hotmail yang merupakan layanan webmail pertama
Google diluncurkan dan tersedia secara umum pada tahun 1998.
KARAKTERISTIK
Pada abad sebelum ada mesin
Guttenberg, media masa di Indonesia, media yang digunakan untuk menyebarkan
informasi adalah dengan adanya prasasti . Guna prasasti adalah untuk menulis
keputusan-keputusan resmi dari kerajaan, bisa juga menceritakan bagaimana masa
kerajaan pada waktu itu yang ditulis dengan bahasa sansekerta.
Pada abad 15 , media Berbentuk koran, media disebarkan melalui hasil cetakan, Hasil
cetakan berbentuk naskah-naskah.
Pada abad 18 , Mesin cetak Johannes Gutenberg karya Johannes Gutenberg, dia yang membuat cetakan dari campuran timbal, timah, dan antimon yang kritis, Tahun 1800 juga
ditandai dengan munculnya istilah Yellow Journalism (jusnalisme kuning),
Pada abad 20 , di kembangkan oleh roy peter menjadi
tulisan model, narative dengan mengubah rumus 5w+1h
Pada tahun 1969-1990 , Yahoo à Fiturnya lebih kompleks
(YM,games,berita) Google à Sebuah situs khusus jasa dan produk internet meliputi
teknologi pencarian,perangkat lunak,komputasi web
Hotmail dan Netscape Navigator dll.
RESPON PEMERINTAH
Pada abad sebelum ada mesin Gutenberg : pada masa Romawi
Kuno Adanya papan mading Acta Diurna ini dimanfaatkan oleh Julius Caesar.
Julius Caesar memerintahkan agar setiap hasil sidang dan kegiatan anggota senat
selalu diumumkan pada Acta Diurna.
Termasuk berita tentang kejadian sehari-hari, peraturan penting, dan apapun yang
perlu disampaikan dan diketahui oleh rakyat.
Pada abad 15, Kekuasaan ada pada tangan pemerintah, fungsi pers di abad ini adalah dari
puncak turun ke bawah, yaitu dari pemerintah kepada rakyatnya,pada masa ini, mesin cetak harus
memiliki izin pemerintah agar bisa digunakan dalam penerbitan
Pada abad 18, Zaman Orde Lama Setelah presiden
soekarno mengumumkan dekrit kembali ke UUD 1945 pada tanggal 5 Juli 1959,
terdapat larangan kegiatan politik termasuk pers. Persyaratan mendapatkan (SIT)
surat izin terbit dan surat izin cetak diperketat.
Pada abad 20, Pemerintah mengeluarkan uu no 39
tahun 1999 tentang HAM dan uu no 40 tahun 1999
Pada abad 1969-1990, Pers di Indonesia
tertuang dlam Keputusan Dewan Pers No. 79/XIV/1974 yang intinya mengemukakan
bahwa kebebasan pers Indonesia Idiil Pancasila, Konstitusional ( UUD 1945, dan
ketetapan MPR ),Strategis ( GBHN ), Yuridis ( UU Pers No. 21 thn.
1982 ditambah UU penyiaran ),
Kemasyarakatan ( tata nilai sosial ),Etis ( norma – norma )
Demikianlah
review pada senin (05/03) minggu ini, semoga informasi dalam blog saya bisa
bermanfaat bagi sahabat semua. Terimaksih dan saya mohon maaf apabila terdapat
kesalahan.#Journalism UINSA
Wassalamu’alaikum wr.wb.
Komentar
Posting Komentar