REVIEW MATERI 9
Assalamu’alaikum wr. wb.
Hai
sobat, kali ini saya akan memposting
pertemuan yang ke-9dimana saya akan meriview mata kuliah jurnalistik pada
hari senin (23/04).
Kita
dapat tugas menyiapkan beberapa hal yang akan dibuat untuk wawancara:
1. Topik
·
Keamanan
dan ketertiban kampus (portal)
·
Kondisi
kantin
·
Larangan
penggunaan cadar
2. Judul
Infrastruktur
kantin UIN Sunan Ampel Surabaya
3.
Topic
Liputan
Kondisi
kantin
4. Angle
· Lokasi kantin yang tidak strategis
· Kondisi kantin yang kurang bersih
· Banyak pengunjung kantin yang merokok
· Kurangnya ketersediaan tempat duduk
· Tidak tersedia wastafel untuk cuci
tangan
5. Judul
yang terpilih
Mengapa kondisi kantin terlihat kurang
bersih ?
6. Narasumber
·
Kepala
Pusat Pengembangan Bisnis
·
Penjual
di kantin
·
Mahasiswa
7. Daftar pertanyaan
- Apa yang menyebabkan kantin terlihat kurang bersih ?
- Siapa petugas kebesihan di kantin ?
- Dimana lokasi yang cocok untuk membangun kantin yang strategis ?
- Apakah pengunjung kantin sudah merasa nyaman dengan kondisi kantin saat ini?
- Apa harapan pengunjung kantin untuk ke depannya ?
- Sejak kapan kantin UINSA terlihat kurang bersih ?
- Apakah ada usaha/upaya dari pihak pusat pengembangan bisnis untuk membangun kantin yang lebih baik ?
- Bagaimana dampak kondisi kantin terhadap kenyamanan pengunjung ?
- Bagaimana pendapat dari pihak pusat pengembangan bisnis atas isu bahwa kantin UINSA bayak orang yang merokok, banyak anak laki-lakinya dan kotor?
- Bagaimana pendapat dari pihak pusat pengembangan bisnis yang mana ada isu yang beredar dari kalangan mahasiswa bahwa harga makanan di kantin mahal harganya karena sewa lahannya ?
- Apakah kantin di UINSA termasuk tanggung jawab dari pihak pusat pengembangan bisnis ?
- Apakah pembayaran untuk petugas kebersihan jadi satu dengan uang sewa kios?
8. Hasil wawancara
Narasumber
1 : Pengunjung Kantin
Nama : Devia Putri
Mahasiswi Semester 2 Prodi Pendidikan Bahasa
Inggris
Wartawan : “ Apakah anda sebagai pengunjung kantin
sudah merasa nyaman dengan kondisi kantin saat ini ? ”
Narasumber :
“ Kondisi kantin untuk saat ini kurang nyaman dan kurang baik karena masih
terdapat banyak sampah dan juga masih terdapat banyak laki-laki yang merokok.
Karena mereka merokok itu sebetulnya mengganggu udara yang berada di kantin
itu.
Wartawan :
“ Menurut anda, apa yang menyebabkan kantin itu kurang bersih ? “
Narasumber:
“ Karena setiap anak yang berada di kantin atau laki-laki biasanya membuang
sampah sembarangan, dan mereka setelah merokok itu biasanya langsung membuang
sampah di sembarang tempat misalnya membuang di bawah meja, di bawah kursi atau
langsung melempar kebelakang atau sembarangan “
Wartawan :
“ Anda kan tidak suka sama kondisi kantin saat ini, nah apakah kamu punya usaha
atau upaya untuk menjaga kebersihan kantin ? “
Narasumbe :
“ Bebenarnya saya itu kalau melihat tempat kotor itu saya tidak suka, jadi saya
selalu ingin untuk membersihkan tempat itu. Tapi saya berharap ada petugas
kebersihannya sendiri. Karena kita mahasiswa itu masih belum bisa kalau diajak
berkompromi untuk membersihkan kantin karena rata-rata setiap mahasiswa
langsung membuang sampah sembarangan karena mereka malas untuk berdiri dan
membuang sampah pada tempatnya.
Wartawan :
“ Bagaimana dampak kondisi kantin terhdap kenyamanan pengunjung ? “
Narasumber :
“ Saya kurang nyaman dengan kondisinya. Oleh karena itu saya jarang pergi ke
kantin karena terlalu kotor “
Wartawan :
“ Apakah lokasi kantin saat ini strategis ? “
Narasumber:
“ Kalau lokasinya itu kurang strategis karena lokasinya terlalu sempit dan juga
terlalu masuk ke dalam sehingga tidak terlihat jika itu kantin “
Wartawan :
“ Menurut anda, di manakah lokasi yang cocokuntuk membangun kantin ? “
Narasumber:
“ Saya kurang tahu dimana lokasi yang cocok soalnya disini itu sudah terlalu
banyak terdapat bangunan sehingga kurang tempat untuk membangun kantin “
Wartawan :
“ Apa harapan anda untuk kantin kedepannya ?”
Narasumber:
“ Harapan saya kedepan yaitu ingin kantin yang khusus untuk seluruh penjual.
Jadi mahasiswa tidak perlu untuk bolak – balik ke belakang dan juga diusir.
Karena setiap mahasiswa kan juga ingin memiliki uang, jadi mereka melakukan
bisnis dengan menjual makakan mereka. Tapi mereka tidak diperbolehkan
menjualnya saat di dalam fakultas dan saya juga ingin dibangunkan kantin khusus
untuk semua mahasiswa “
Narasumber
2 : Penjual di kantin UIN Sunan Ampel Surabaya
Wartawan :
“ Kalau kantinnya kotor, siapa yang biasanya membersihkan ? “
Narasumber:
“ Ada petugas kebersihan untuk membersihkan bagian depan atau tempat untuk
makan, tapi kalau bagian dalam atau kiosnya itu dibersihkan sendiri sama penjual
“
Wartawan :
“ Untuk membayar petugas kebersihan itu, penjual membayar lagi uang
kebersihannya atau jadi satu sama uang sewa kios nya ? “
Narasumber:
“ membayar sendiri. Jadi bayar uang sewa sendiri bayar uang kebersihan sendiri
“
Narasumber 3:Kepala Pusat Pengembangan Bisnis di UIN
Sunan Ampel Surabaya ( Bpk. Taufik Siraj, M. Pd.I )
Wartawan :
“Apakah kantin termasuk tanggung jawab dari pusat pengembangan bisnis?”
Narasumber:”
Kantin itu penanggung jawabnya bukan dari pusat pengembangan bisnis, karena
kantin disewakan maka kualitas kantin jadi tanggung jawab bagi setiap penyewa
mereka menyewa lahan di pusat pengembangan bisnis.”
Wartawan :”Nah,
tentang penyewaan kantin itu bayarnya setiap bulan sekali atau setiap tahun
sekali?”
Narasumber:”
Tahun ini kita membuat setiap tahun ada 2 modal satunya setiap tahun yang sudah
jalan ada laboratorium koprasi di kantin seperti di febi kita membuat
prosentase apabila sudah bisa membangun kantin yang preresentatif rencananya di
blok M lantai 2 sama disebelah setelah spbu pom bensin sampingnya mini market,
kantin siap saji itu polanya seperti di sewa tapi baik prosentase dari provinsi.”
Wartawan :”
Kan kita mewawancarai mahasiswa terkait keminatan ke kantin, bahwa daya
minatnya kurang Karena banyak nya perokok, tempat nya kotor dan banyak
laki-lakinya, bagaimana menurut pendapat bapak?”
Narasumber:”
Saya sudah mendapat informasi tersebut, dan karena perguruan tinggi maka ketika
proses membangun juga harus melalui proses berbeda dengan perguruan tinggi
swasta apabila punya uang dan punya lahan langsung bangun tidak masalah, karena
lahan kita sempit kita mebangun ruangan baru tidak mungkin, pasti akan di
protes lahan parkir tidak ada, kita harus membangun yang sudah ada di renovasi
itu harus banyak proses karena itu melalui penghapusan aset. Jadi, kita akan
membuat kantin lantai 2 di blok M dan
itu pun preresentatif. Tidak hanya
mahasiswa tapi juga di struktural dan di dosen, akan malu kedatangan tamu dari
luar kemudian minta makan tidak mungkin kita ajak diluar, pastinya nanti kost
lagi , kalau punya kantin preresentatif akan cukup, itu yang kami pikirkan.
Jadi, bukan juga mahasiswa yang gelisah
kami pun gelisah. Tapi sayangnya itu harus disamakan persepsi dengan teman- teman
mahasiswa kalo kantin sudah tidak boleh merokok jangan merokok, area nya not
smoking maka jangan memaksakan untuk smok di situ, yang di isap itu asap , asap
itu pun bisa masuk ke ruang mana saja. Dan saya juga diprotes oleh dosen-dosen
di sangkanya tidak ramah lingkungan.”
Wartawan :”Ada
pendapat dari mahasiswa kok mahal harganya dikantin sini , apakah pengaruh dari sewah lahannya yang
menjadikan makanan di kantin mahal harganya?”
Narasumber :”Bahwa
sewa kantin disini hanya 6 juta setahun dan termasuk listriknya, maka itu sudah murah sekali.”
Demikianlah review pada pertemuan hari senin (23/04), semoga
informasi dalam blog saya bisa bermanfaat bagi sahabat semua. Terimaksih dan
saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan.#journalism UINSA
Wassalamu’alaikum wr.wb.
Komentar
Posting Komentar