REVIEW MATERI 10



Assalamu’alaikum wr.wb.  
Hai sahabat, saya akan memposting review pertemuan yang ke-10, yang mana mendapat tugas untuk membuat berita yang ada di UINSA, dan hasil nya sebagai berikut :  

Surabaya - Senin (30/04), kondisi kantin UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) memperihatinkan, kantinyang berlokasi di belakanggedung auditorium initerlihat kotor dan pengap karena tempatnya yang tergolong sempit dan kurang terbuka, serta banyaknya pengunjung kantin yang kurang menjaga kebersihan.
 “Saya merasa kondisi kantin untuk saat ini kurang nyaman dan kurang baik karena masih terdapat banyak sampah dan juga banyak laki-laki merokok yang mengganggu udara di dalam kantin. Selain asap rokok yang mengganggu, banyaknya putung rokok dan bungkus makanan yang dibuang sembarangan menjadikan kantin terlihat sangat kotor,” ujar Devia Putri mahasiswi PBI UINSA, Kamis (26/04).
Salah satu dari penjual di kantin UINSA juga mengatakan “di kantinada petugas kebersihannya sendiri yang bertugas membersihkan tempat untuk makannya, sedangkan di dalam kiosnya dibersihkan penjualnya sendiri. Dan penjual juga membayar uang kebersihan sendiri di kantin.”Kamis (26/04)
Penyebab banyaknya sampah yang terdapat dikantin juga diduga karena mahasiswa/mahasisiwi malas untuk beranjak dari tempat duduk untuk membuang sampah di tempatnya. Mereka lebih memilih meninggalkansampahtersebut di atas meja atau langsung membuangnya di bawah meja.
Kepala pusat pengembangan bisnis di UINSA, Taufik Siraj, M. Pd.I mengatakan “Mereka menyewa lahan di pusat pengembangan bisnis, tapi kantin itu penanggung jawabnya bukan dari pusat pengembangan bisnis, karena kantin sudah disewakan maka kualitas kantin jadi tanggung jawab bagi setiap penyewa,” Kamis (26/04)
Kondisi kantin yang demikian itu ternyata juga membuat minat daya beli mahasiswa/mahasiswi berkurang. “Saya kurang nyaman dengan kondisi kantin saat ini. Oleh karena itu saya sangat jarang makan di kantin. Saya juga berharap kantin segera dibenahi agar para pengunjungnya nyaman saat makan disana”, ujar Devia Putri.
Taufik Siraj juga menambahkan bahwa UINSA termasuk perguruan tinggi negeri yang setiap proses pembangunannya harus melalui proses terlebih dahulu dan perlu adanya persetujuan dari kementrian agama.“proses pembangunandisini harus melalui proses, berbeda dengan perguruan tinggi swasta yang apabila punya uang dan punya lahan langsung melakukan pembangunan itu tidak masalah. Rencananya kita akan membangun kantin lantai 2  di blok M. Tapi ya kita harus menyamakan persepsi dengan teman- teman mahasiswa kalo di kantin sudah tidak boleh merokok ya jangan merokok, kalau areanya nosmoking maka jangan memaksakan untuk merokok di situ. Soalnya saya juga diprotes sama dosen-dosen di sangkanya tidak ramah lingkungan.”

Demikianlah review pada pertemuan ke 10, semoga informasi dalam blog saya bisa bermanfaat bagi sahabat semua. Terimaksih dan saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan.
#journalism UINSA
 
Wassalamu’alaikum wr.wb.

Komentar